SOSIALISASI PENANGGULANGAN RABIES DI WILAYAH PUSKESMAS BANJARANGKAN II KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG
- 9th December , 2009 by admin in UMUM
- 2 comments
Penyakit anjing gila atau dikenal dengan Rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut ( bersifat zoonosis ) pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies ( HPR ) terutama Anjing 90 %, kusing 6 %, kera 4 %. Penyakit ini bila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan dan manusia selalu diikuti dengan kematian. Sehingga mengakibatkan timbulnya rasa cemas dan takut bagi orang-orang yang terkena gigitan dan menimbulkan kekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat pada umumnya.
Mengingat akan bahaya Rabies terhadap kesehatan dan ketentraman masyarakat karena dampak bahayanya selalu diakhiri kematian serta dapat mempengaruhi dampak perekonomian khususnya bagi pengembangan daerah pariwisata di indonesia, maka usaha pengendalian penyakit berupa pencegahan dan pemberantasan penyakit dilaksanakan seintensif mungkin, bahkan diharapkan tahun 2015 dapat dicapai ”Iindonesia Bebas Rabies ”.
Sampai tahun 2008 Bali termasuk salah satu provinsi di Indonesia dengan bebas hystoris Rabies. Namun sejak 1 Desember 2008 dibali telah ditemukan kasus rabies pada hewan dan manusia. Oleh karena itulah kami Puskesmas Banjarangkan II sebagai pusat kesehatan masyarakat tingkat kecamatan memberikan pelayanan promotif, preventif, dan kuratif, merasa perlu sekali menggalang kerjasama lintas sektoral, karena penanggulangan penyakit Rabies bukan semata merupakan masalah kesehatan saja tetapi juga masalah kita semua sehingga perlu kerjasama yang terpadu dan berkesinambungan.
Untuk itulah kami mengadakan Pertemuan Lintas Sektor tingkat Puskesmas pada tanggal 2 Desember 2009 bertempat di Puskesmas Banjarangkan II. Para peserta adalah Kepala Desa sewilayah Puskesmas Banjarangkan II, kader desa siaga, anggota PKK kecamatan, para pimpinan Pustu, Instansi NIVO kecamatan, seluruh staf Puskesmas Banjarangkan II, dengan narasumber dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan ( PPK ) Kabupaten Klungkung ( Rabies pada hewan ), serta Dinas Kesehatan dalam hal ini dibawakan oleh dr. Ayu Shintia Shanti Kepala UPT Puskesmas Banjarangkan II ( Rabies pada Manusia ).
Dari Dinas PPK Kabupaten Klunkung materi dibawakan oleh drh. I B Juanida, adapun materi yang diberikan adalah gejala Rabies pada Hewan, Kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas PPK Kabupaten Klungkung dalam upaya penaggulangan Rabies di Kabupaten Klungkung. Dimana strategi pertama adalah dilaksanakannya eliminasi anjing liar / anjing yang diliarkan dibeberapa desa di kabupaten klungkung, strategi kedua adalah pemberian vaksinasi Rabies kepada hewan peliharaan dimana vaksinasi ditingkat desa masih menunggu jadwal setelah kegiatan eliminasi anjing liar / diliarkan selesai dilaksanakan di semua desa di kabupaten klungkung. Sehingga sangat diharapkan masyarakat mau ikut berpartipasi karena masih ada kedala didslsm pelaksanaan eliminasi anjing yang dapat menghambat terlaksananya kegiatan eliminasi ini ini yaitu penguburan anjing yang mati akibat kegiatan eliminasi anjing liar / diliarkan di masing-masing desa. Apabila desa sdh siap maka bisa segera berkoordinasi ke Dinas PPK Kabupaten maka kegiatan eliminasi dapat segera dilaksanakan didesa tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan vaksinasi hewan peliharaan tetap dilayani didinas PPK Kabupaten apabila masyarakat merasa terlalu lama menunggu kegiatan vaksinasi Rabies secara masal ditingkat desa.
Untuk Penatalaksanaan Rabies pada Manusia dibawakan oleh dr. Ayu Shintia Shanti selaku Kepala UPT Puskesmas Banjarangkan II. Materi yang diberikan adalah Penyakit Rabies secara umum, gejalanya pada manusia, cara penularan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia, cara perawatan luka gigitan HPR, cara pemberian VAR dan SAR yang tentunya pemberian harus sesuai PROTAP yang telah ditentukan. Kemudian diputarkan pula Video Rabies yang berisikan dari penularan Rabies dari hewan ke manusia —penatalaksanaan luka gigitan HPR— gejala Rabies pada manusia dan hewan— sampai kematian pada manusia dan hewannya, juga kegiatan penanggulangan Rabies dari PPK untuk Hewan Pembawa Rabies ( HPR ).
Pertemuan berjalan dengan lancar dan pesertapun banyak bertanya seputar penaggulangan Rabies di Kabupaten Klungkung. Sebagai masukan para Kepala Desa meminta agar Penanggulangan rabies pada manusia dan hewan ini dapat disosialisasikan sampai tingkat desa, kamipun menyambut baik masukan dari kepala desa dan meminta agar dari desa sendiri yang menjadwalkannya, dan kami siap mensosialisasikan kepada masyarakat.












December 22nd, 2009 at 00:22
Wilayah kerja puskesmas, harus bebas dari kasus rabies, apalagi Bali sebagai tujuan pariwisata dunia.
Hallo..SALAM Kenal. Blog puskesmas ini, sudah dimasukkan dalam lintas puskel di sidebar Blog puskel.com tentang Info Seputar Puskesmas. Silakan dicek dan bisa tukaran linknya.
Terimakasih kerjasamanya
March 12th, 2010 at 07:13
Terimakasih banyak Atas segala apa yng telah ditambilkan di Website ini sangat-sangat bermamfaat bagi kami Puskesmas yg sementara berbenah
Puskesmas Tanjung Isuy Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur