Penyakit anjing gila atau dikenal dengan Rabies merupakan suatu penyakit infeksi akut ( bersifat zoonosis ) pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies ( HPR ) terutama Anjing 90 %, kusing 6 %, kera 4 %. Selengkapnya »
Setelah mendapatkan peringkat pertama pada “ Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Propinsi Bali”, pada hari selasa tanggal 15 september 2009 Puskesmas Banjarangkan II dan puskesmas pembantu di nilai oleh Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dalam rangka “ Lomba Puskesmas dan Puskesmas Pembantu Berprestasi Tingkat Kabupaten Klungkung Tahun 2009 “. Selengkapnya »
Om Suastyastu, Dengan adanya mutasi Kepala Puskesmas Banjarangkan II yaitu dr. I Nyoman Adiputra ( sekarang bertugas di Puskesmas Dawan I ), digantikan oleh saya sendiri dr. Ayu Shintia Shanti ( dahulu bertugas di Puskesmas Dawan II). Dengan ini saya dr. Ayu Shintia Shanti akan meneruskan program – program yang selama ini telah berjalan oleh Kepala Puskesmas terdahulu sehingga rencana yang dibuat dengan yang terealisasi dapat berjalan secara berkesinambungan. Selengkapnya »
Pelantikan terhadap sekitar 600 pejabat semua tingkat eselon di lingkungan pemda Kab. Klungkung dalam rangka mutasi pengisian jabatan struktural telah dilaksanakan oleh Bupati Klungkung pada tanggal 30 Maret 2009 bertempat di Balai Budaya Kabupaten Klungkung. Termasuk Kepala Puskesmas Banjarangkan II ( Dr. I Nyoman Adiputra ) Selengkapnya »
Pada hari Kamis tanggal 12 Pebruari 2009 Rombongan Puskesmas Tabanan II Kabupaten Tabanan yang dipimpin oleh Dr. I Wayan Panca ( Kepala Puskesmas Tabanan II ) melakukan kunjungan studi banding di Puskesmas Banjarangkan II Kabupaten Klungkung. Rombongan tiba di Puskesmas Banjarangkan II sekitar pk. 09.30 wita dan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Banjarangkan II beserta staf. Selengkapnya »
Puskesmas Banjarangkan II Kabupaten Klungkung meraih predikat peringkat I pada lomba Puskesmas Berprestasi Provinsi Bali tahun 2008. Sedangkan peringkat II diraih oleh Puskesmas II Denpasar Selatan Kota Denpasar dan peringkat III diraih oleh Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar. Demikian diumumkan oleh Panitia Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 tahun 2008 mengawali puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-44 pada tanggal 12 Nopember 2008. Selengkapnya »
Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar (YANKESDAS) di Puskesmas Banjarangkan II secara umum termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian kinerja puskesmas, hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat dan hasil pengamatan JMPKD, sebagai berikut : Selengkapnya »
Pada hari ini Selasa, tanggal 21 Oktober 2008 Tim Penilai Puskesmas Berprestasi Provinsi Bali akan mengadakan penilaian terhadap Puskesmas Banjarangkan II. Penilaian Puskesmas Berprestasi merupakan penilaian dan evaluasi terhadap Kinerja Puskesmas meliputi kegiatan Manajemen Puskesmas ( P1. Perencanaan; P2. Penggerakan Pelaksanaan; P3. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian), cakupan program Puskesmas (Program Wajib dan Program Pengembangan) serta program penunjang Puskesmas, termasuk didalamnya adalah juga pelaksanaan administrasi (Tata Usaha, Kepegawaian, Keuangan dan Sarana prasarana), situasi lingkungan dan penampilan Puskesmas. Selengkapnya »
Pada hari senin tanggal 22 September 2008 dalam kegiatan TNI Manunggal KB-Kes bertempat di Puskesmas Banjarangkan II telah dilaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara masal terhadap masyarakat Kecamatan Banjarangkan. Akseptor KB baru yang berhasil dilayani oleh tenaga medis/bidan Puskesmas Banjarangkan II meliputi Selengkapnya »
Pada hari Sabtu, 26 April 2008 Tim UKS Puskesmas Banjarangkan II, Kab. Klungkung, mulai pukul 08.00 wita, memberikan penyuluhan tentang penyakit kanker secara umum dan penyakit kanker leher rahim, meliputi pengertian kanker, tanda-tanda klinis, faktor-faktor risiko dan pengobatan kanker serta upaya pencegahan kanker dengan sedapat mungkin menghindari faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan prilaku seseorang ( seperti : kawin atau melakukan hubungan sexual pada usia kurang dari 17 tahun, melakukan hubungan sexual dengan berganti-ganti pasangan atau melakukan hubungan sexual dengan pasangan yang sering berganti-ganti pasangan, kurang memperhatikan hygiene, sering terjadi infeksi berulang pada organ tubuh tertentu yang kurang mendapat penanganan, wanita terlalu sering melahirkan, kebiasaan merokok, kebiasaan minum minuman beralkohol, kebiasaan makan makanan dengan menu / gizi yang tidak seimbang, terpapar sinar matahari yang berlebihan, dan pemakaian zat kimia atau bahan pengawet yang tidak pada tempatnya ). Selengkapnya »